Membuat File Baru
Buat file
baru, dari menu file>new atau tekan [crtrl] + N. Gunakan template acadiso.dwt.
Polar Tracking
Aktifkan
kembali line. Klik dimana saja untuk titik pertama. Gerakkan pointer anda,
kira-kira hingga horizontal dari titik awal. Apa yang terjadi? Pointer anda
akan lengket dengan garis horizontal! Fitur ini disebut sebagai polar
tracking.

Coba
gerakkan pointer anda berputar 360 derajat dari titik awal. Polar tracking akan
aktif setiap kelipatan 90 derajat! Ini akan sangat mempermudah kita membuat
garis horizontal dan vertikal.
Meneruskan
line, gerakkan pointer anda ke kanan dari titik awal. Pastikan polar tracking
aktif, mengunci pointer dengan sumbu X. Ketikkan 30, lalu tekan [enter]. Anda
baru saja membuat garis horizontal sepanjang 30 mm! Gerakkan ke atas, tegak
lurus dengan garis sebelumnya. Ketikkan 25 [enter]. Menggambar dengan AutoCAD
tidak sulit kan? Teruskan sampai anda dapat membuat bentuk ini. Jangan berpikir
untuk membuat dimensi dulu. Dimensi ini hanya untuk acuan anda. Setelah
selesai, tekan [enter] untuk mengakhiri tool.

Koordinat Rectangular
Menggambar
garis horizontal dan vertikal tentu sekarang mudah bagi anda. Tapi sayangnya,
bentuk yang kita gambar tidak selalu dibentuk garis horizontal dan vertikal
saja. Bagaimana kalau kita menggambar garis miring?
Pertama-tama
perhatikan simbol ini di area gambar anda.

Apa yang
ditunjukkan? Simbol sumbu koordinat X dan Y. Ke kanan adalah sumbu X (positif)
dan ke atas Y (positif).
Lihat bentuk
ini? Kita akan menggambar dari kiri bawah ke kanan atas. Perhatikan bahwa ke
kanan berjarak 30, ke atas 40.

Aktifkan
kembali line. Klik di mana saja sebagai titik awal. Ketikkan 30,40 [enter].
Sederhana saja. Ketikkan nilai x,y! Garis anda sudah jadi. Kata siapa AutoCAD
susah?
*Warning!
Jika anda menggunakan AutoCAD 2005 atau versi yang lebih tua, anda tidak
mengetikkan x,y. Tapi harus didului @. Jadi @x,y.
Koordinat Polar
What else?
Sekarang, bagaimana jika anda ingin menggambar garis yang anda tahu panjang dan
besar sudutnya dengan sumbu X positif?

Coba kembali
aktifkan line. Klik titik awal garis. Perhatikan nilai di sebelah pointer anda.
Nilai ini secara default menunjukkan panjang garis dan sudut. Kecuali, jika
AutoCAD anda sudah diacak-acak settingnya.
Cobalah
ketikkan panjang garis (dalam kasus ini 70), tekan [tab] untuk memindahkan
fokus ke sudut, ketikkan 30 sebagai besar sudut. Tekan [enter]. That’s it.
Tidak susah kan?
Tips:
Bandingkan
kedua image ini untuk jelasnya. Perhatikan besar nilai sudutnya.
Menggunakan
TAB

Menggunakan
<

Ini
mengakhiri pelajaran sesi ini. Jangan ragu-ragu untuk mengirimkan file ke saya
untuk materi latihan. Saya akan coba masukkan ke seri tutorial ini. Email saya
ke edo [at] tentangcad [dot] com.
Putar tombol scroll mouse ke depan. Anda akan melihat gambar semakin besar. Perhatikan area mana yang diperbesar. Geser pointer anda ke titik lain, putar lagi tombol scroll. Posisi pointer menentukan area mana yang akan diperbesar/diperkecil. Scroll ke belakang untuk melakukan zoom out.
Zoom Menggunakan Toolbar
Perhatikan pada toolbar navigation tools. Tidak ingat yang mana? Coba review lagi gambar ini. Klik gambar kaca pembesar. AutoCAD akan meminta anda mendefenisikan titik corner.
Ingat! Perhatikan setiap tulisan yang muncul pada pointer saat anda mengaktifkan tool. Mungkin sedikit menyiksa saat anda baru belajar. Tapi semakin rajin anda mengexplore panduan ini, semakin banyak yang akan anda kuasai.
Klik titik pertama sebagai ujung window, dan klik sekali lagi pada ujung satunya. Ini akan memperbesar area yang anda defenisikan pada window tersebut.

Cobalah satu-persatu, dan lihat apa saja gunanya. Beberapa mungkin berguna bagi anda, tapi sebagian lainnya mungkin tidak akan pernah anda pakai.
Pan dengan Mouse
Panning adalah menggeser ‘kertas’ anda sehingga anda dapat melihat area lain di kertas tersebut. Sekali lagi, jika anda menggunakan mouse dengan 3 tombol, klik tombol tengah (kali ini tidak diputar, tapi diklik) tahan, dan gerakkan mouse anda. Bidang gambar akan bergerak. Persis seperti anda meletakkan tangan anda di atas kertas, lalu menggeser tangan anda.
Pan dengan Toolbar
Di navigation tool, anda akan melihat icon dengan gambar tangan. Klik icon tersebut. Pointer anda akan berubah menjadi gambar tangan. Geser pointer anda ke layar. Klik kiri, tahan… geser mouse anda.
Sampai di
sini, anda telah mempelajari beberapa hal paling dasar dalam menggunakan
AutoCAD:
- Interface
- Cara menggunakan drawing tool
- Menggambar secara presisi
- Melakukan navigasi view
Jika anda
sudah mencoba beberapa tools seperti: line, polyline, circle, arc, anda tentu
sudah melihat anda akan selalu diminta memberikan titik koordinat. Coba
sekarang anda aktifkan lagi circle dari ribbon bar. Secara default, circle
dibuat dengan mendefenisikan center, lalu radius.
Perhatikan
ada simbol panah ke bawah setelah or.

Cobalah
tekan panah ke bawah pada keyboard anda. Anda akan melihat pilihan berikut:

Circle
memiliki beberapa parameter yang memungkinkan anda membuat circle dengan cara
lain. Yaitu dengan mendefenisikan 3 points, 2 points, dan Tangent tangent
radius.
No. 1 adalah
cara anda menggambar circle dengan metode center radius. Yang kedua dengan 2
points.

Jika anda
aktifkan lagi circle, dan memperhatikan command line, anda akan melihat tulisan
berikut:
Command:
_circle Specify center point for circle or [3P/2P/Ttr (tan tan
radius)]:
radius)]:
Command line
bagaimanapun merupakan ‘core’ dari AutoCAD sejak lama. Banyak option yang dapat
anda lihat di sana, lebih dari dynamic input (text di sebelah pointer).
Adakalanya, anda harus melihat pilihan parameter di command line, karena di
dynamic input tidak tampak, bahkan tidak ada tanda panah ke bawah.
Bagaimana
menggunakan parameter di command line? Ketik saja text yang ada. Setiap text
unik. Jika anda ingin menggunakan 3 points, cukup ketik 3 lalu [enter]. Atau
jika melihat seluruhnya text (seperti Ttr), cukup ketikkan huruf yang
kapitalnya saja. t lalu [enter].
Tantangan:
1.
Sekarang
coba aktifkan polygon. Cobalah buat beberapa bentuk polygon. Ikuti setiap
parameter, dan pelajari apa fungsinya.
2. Buatlah
rectangle seperti di bawah ini. Ukurannya terserah anda. Gunakan hanya tool
rectangle. Kita tidak menggunakan rotate di sini!

Meski cara-cara ini tidak semua akan anda gunakan dalam waktu dekat, tapi mengetahuinya akan membantu saat anda meneruskan tutorial ini kelak. Bagian ini hanya sekedar gambaran mengakses tools yang akan anda gunakan kelak. Misalkan saya minta anda untuk mengakses menu, anda tidak bingung apa yang perlu dilakukan.
Windows Style
Windows style alias cara ‘ala Windows seharusnya cara paling populer diantara pengguna komputer. Alasannya sederhana: semua program yang Windows Compliant memiliki cara yang sama. Jika anda bekerja dengan Microsoft Word, andapun akan menggunakan cara yang sama untuk mengakses tools!Ribbon
Ribbon adalah interface baru di Vista dan Office 2007. Sejak AutoCAD 2009, interface AutoCAD pun mengikutinya.
Anda sudah diperkenalkan bagaimana mengakses ribbon ini pada awal tutorial.
Menu
Menu di AutoCAD 2009 juga mengikuti Office 2007. Klik logo ‘A’ AutoCAD di kiri atas. Pilih grup tools yang sesuai. Anggap masing-masing grup adalah satu container yang memuat perkakas yang sama. Klik draw, maka anda akan melihat semua tool untuk menggambar.
Perhatikan pada menu ini. Di bawah Draw ada garis bawah di huruf D. Di bawah Line ada garis bawah di huruf L. Ini menunjukkan shortcut yang dapat anda pakai. Cobalah tekan [alt] + D diikuti L. Ini akan mengaktifkan draw>line. Jalan pintas alias shortcut ini tidak terlalu populer di kalangan pengguna AutoCAD senior. Tapi bukan berarti tidak berguna. Masalah kebiasaan saja yang membuatnya terlupakan.
Toolbar
Toolbar dimiliki semua aplikasi yang Windows Compliant. Namun di versi 2009, toolbar tidak ditampilkan lagi secara default. Ribbon dianggap lebih rapi dalam menyimpan tools dan lebih dapat merepresentasikan icon dengan lebih jelas.Untuk menampilkan toolbar, anda dapat memilih melalui menu tools>toolbar>autocad>… dan pilih grup tools yang ingin anda tampilkan.
Old AutoCAD Style
Meski toolbar sudah ada sejak AutoCAD versi lama, namun karena toolbar adalah fitur yang ada di semua aplikasi Windows, saya masukkan di Windows Style. Mungkin anda juga tahu dulu AutoCAD dirilis untuk sistem operasi DOS. Mayoritas tools harus diaktifkan dengan mengetiknya. Namun hebatnya, cara ini yang paling disukai pengguna AutoCAD senior. Akhirnya, Autodesk mengalami kesulitan untuk menggantikan command line sepenuhnya dengan dialog box, meski sebagian sudah diarahkan ke palletes.Command Line
Anda dapat mengaktifkan tools dengan mengetikkannya di command line. Justru lama? Anda tidak akan percaya bagaimana cepatnya drafter senior dapat mengetikkan command, bahkan dapat mengalahkan penggunaan menu dan toolbar! Command line selalu mendapat fokus. Anda cukup mengetikkan command yang anda inginkan, tanpa harus mengklik command line lebih dulu.Misalkan anda ingin mengaktifkan circle, dapat mengetikkan CIRCLE lalu [enter]. (tips: [enter] dapat diganti dengan [spacebar])
Command Alias
Ini adalah kunci kenapa penggunaan command line dapat begitu cepat. Beberapa tools dapat diaktifkan dengan mengetikkan command alias, yaitu dengan mendefenisikan singkatan command. Misalkan anda ingin mengaktifkan circle. Anda tidak perlu mengetikkan seluruh kata CIRCLE, tapi cukup C [enter]. Untuk LINE, cukup L [enter].Daftar selengkapnya dapat anda lihat dengan mengakses menu: tools>customize>edit program parameters (acad.pgp).
Warning! Jangan edit apapun jika anda tidak memahaminya. Kalaupun anda ingin mengeditnya, backup file ini lebih dulu.
New Shortcut: AutoCAD + Windows Style
Time has changed. Meski command line sangat powerful, dan terus dipertahankan Autodesk, itu bukan satu-satunya cara untuk menggunakan shorcut. Windows menyediakan standard shortcut. Anda dapat menggunakannya selain menggunakan command alias.Shortcut Keys
Apa shortcut key untuk memilih semua objek di Windows? [ctrl] + A. Ngeprint/plot? [ctrl] + P. Semua pasti tahu. Cara yang sama juga dapat digunakan di AutoCAD. Meski tidak sama persis. Misalkan save as, dapat anda lakukan dengan [ctrl] + S H.Temporary Overrides
Beberapa shorcut dapat anda gunakan sebagai temporary overrides. Tidak berlaku seterusnya.Cobalah aktifkan lines. Gerakkan pointer anda secara bebas. Kali ini tahan [shift], dan coba gerakkan kembali. Perhatikan bahwa kali ini mode ortho akan ON. Tapi begitu anda lepas, mode ORTHO akan non-aktif kembali.
Cobalah gambar beberapa garis, lalu saat tool line aktif, dekatkan pointer anda ke garis tersebut.

Perhatikan bahwa anda akan melihat simbol snap. Jika anda klik saat anda melihat simbol itu, tidak peduli dimana posisi pointer anda, titik anda akan diawali dari sana. Hal ini kadang mengganggu. Cobalah tahan [shift] + [A] dan gerakkan ke titik itu lagi. Snap akan non-aktif!
Daftar selengkapnya shorcut keys dan temporary snap overrides ada di file ini.
Dengan Mouse
Mouse juga dapat digunakan untuk mengaktifkan tools meski terbatas. Anda sudah lihat bahwa scroll mouse dapat digunakan untuk zoom in dan zoom out. Klik tengah untuk pan.Anda dapat juga mengaktifkan properties atau edit tools (block, hatch, text, dll) dengan double click.
Object Snap
Object Snap merupakan fitur bantu dalam menemukan titik acuan. Object snap hanya bekerja saat AutoCAD meminta anda mendefenisikan titik koordinat. Saat anda mengaktifkan line, circle, atau drawing tools lain, dan AutoCAD meminta anda mendefenisikan titik, object snap secara default akan aktif.Saat anda menggerakkan pointer ke beberapa titik acuan, object snap akan tampak pada pointer anda.

Pada contoh di atas, pada endpoint dan midpoint. Banyak sekali titik yang dapat anda ‘snap’. Object Snap secara default aktif untuk mendeteksi titik-titik tersebut secara otomatis. Namun pada umumnya banyak yang tidak suka dan sebal kalau menggunakan fitur ini. Kenapa? Saat objek semakin kompleks, anda tidak lagi dapat mengaturnya dengan mudah. Tertarik snapnya kesana-kemari. Akan lebih cepat jika anda melakukan override dan tidak melulu bergantung pada object snap otomatis.
Anda dapat melakukannya dengan memilih snap yang anda butuhkan saja. Misalnya anda mengaktifkan snap endpoint. Bahkan saat pointer anda ada di tengah-tengah segmen garis, yang dicari adalah endpoint!
Untuk override ini, jelasnya dapat direview di: http://tentangcad.com/2007/11/snap-override-dengan-shift-klik-kanan/

Jika anda ‘ngotot’ dan tetap ingin menggunakan object snap secara otomatis, dapat anda atur dengan [shift]+klik kanan dan memilih Osnap Settings.

Anda dapat memilih tipe snap yang sering anda gunakan saja. Jangan aktifkan semua, karena hanya akan membingungkan anda saja!
Jika anda ingin mematikannya sama sekali, dapat menon-aktifkan/mengaktifkan dengan menekan [F3]. Buatlah beberapa objek line, circle, dan sebagainya. Cobalah fungsi masing-masing snap. Sekali lagi, di seri tutorial ini anda dituntut untuk aktif mencoba sendiri. Tutorial ini tidak akan menjelaskan satu-persatu fungsi tools yang ada. Tapi membimbing anda untuk mempelajari tools dan konsep penggunaan AutoCAD.
Object Snap Tracking
Object snap tracking adalah fitur bantu untuk melakukan ‘tracking’ dari titik acuan dari suatu objek.Misalkan kita ingin menggambar dari titik yang jaraknya 2.6 dari midpoint objek. Aktifkan circle, gerakkan pointer anda ke atas midpoint garis, biarkan beberapa saat, dan gerakkan ke samping. Ketikkan jarak 2.6, lalu [enter].

Object snap tracking dapat juga digunakan untuk acuan dua titik. Misalkan cara yang saya gunakan untuk mencari titik tengah dari persegipanjang ini.

Di bagian selanjutnya, saya akan mencoba memberikan latihan dari beberapa tulisan sebelumnya. Mau nyoba ngoprek-ngoprek library dulu… Kalau ada yang ingin menyumbangkan latihan, sekali lagi dipersilahkan :)
Untuk
merangkum beberapa teori dasar AutoCAD, kita akan mencoba berlatih sedikit
menggunakan tool dasar. Ini hanya sekedar latihan. Bukan best practices.
Berhubung kita memang belum membahas modify tools, kita belum akan
menggunakannya. Silahkan anda coba juga dengan latihan-latihan anda sendiri
untuk memantapkan penguasaan drawing tools ini.
1.
Menggunakan rectangle.
- Aktifkan rectangle dari ribbon bar.
- Klik untuk titik pertama, dimana saja yang anda inginkan. Ketikkan 50,150 [enter] sebagai titik kedua.
- Jika anda tidak melihat rectangle secara penuh, ketik Z [enter] lalu E [enter] untuk mengaktifkan zoom extend.
- Tekan [enter] untuk mengaktifkan kembali tool terakhir yang anda gunakan. Yaitu rectangle.
- Kali ini snap pada kanan atas rectangle sebelumnya. Ketikkan 20 [tab] 700 [enter] untuk membuat rectangle baru. Perhatikan bahwa anda dapat menggunakan [tab] jika anda kurang menyukai penggunaan koma.
2. Variasi
rectangle dan object snap tracking.
Selanjutnya
ketik REC [enter] untuk mengaktifkan kembali rectangle. Letakkan pointer anda
di atas vertex kiri bawah rectangle pertama. Jangan diklik! Biarkan beberapa
saat, gerakkan pointer anda ke kanan. Ketikkan 700 [enter]. Ini akan
mendefenisikan first point anda.
Ketikkan
50,150 [enter] untuk menyelesaikan rectangle.
3.
Mendefenisikan ARC
Anda mungkin
sudah sadar kalau ini adalah simbol pintu pada denah. Terakhir kita akan
membuat arc.
Ketik ARC
[enter] untuk mengaktifkannya.
Tekan panah
ke bawah untuk mengganti parameter center. Pilih center pada list yang muncul.
Klik titik
center, lalu klik titik awal arc, diikuti titik akhir arc (lihat animasi
sebagai acuan).
Di bagian yang lalu, anda sudah mencoba menggunakan tools dasar AutoCAD.
Anda dapat lihat bagaimana sebetulnya AutoCAD dapat diasumsikan sebagai meja
gambar biasa. Namun tidak seperti meja gambar manual, anda tidak memutar-mutar
garisan anda. Anda cukup mengetikkan untuk membuat gambar secara presisi.Sebetulnya tidak salah jika asumsi seperti ini muncul. Namun rasanya rugi jika anda tidak memanfaatkan kelebihan menggambar secara digital, dan tetap berorientasi menggambar seperti di meja gambar biasa. Banyak permintaan untuk ‘cheat’ atau cara cepat penggunaan AutoCAD. Sebetulnya fungsi seperti ini tidak ada. Latihanlah yang membuat anda lebih ahli dan lebih cepat dalam melakukan penggambaran. Kemampuan anda ini kelak dapat digabungkan dalam berbagai fitur yang disediakan, untuk otomatisasi proses selanjutnya. Tidak ada cheat seperti di game. Namun kita dapat membuat beberapa magic. Magic ini dapat anda kembangkan sendiri. Supaya tidak bosan, di bagian ini anda akan sedikit bersenang-senang dengan menggunakan template yang disediakan. Anda akan dapat membuat gambar yang cukup profesional dengan mudah.
Template adalah file yang disediakan, atau anda buat sendiri, dan menyimpan berbagai hal yang sering anda gunakan. Anda belum mempelajari bagaimana membuat ‘reusable content’ alias library block. Anda juga belum mengenal layer dan styles. Jadi tidak perlu dipikirkan dulu bagaimana objek-objek ini dibuat. Di bagian ini anda akan melihat bagaimana template bisa sangat berguna. Bahkan meski anda baru menguasai cara menggunakan drawing tools, anda dapat membuat gambar teknik yang baik.
Downloadlah file template yang telah disiapkan ini. Extract file zip tersebut, dan simpanlah file dwt di folder yang anda inginkan. Jika anda ingin menyimpannya pada folder default, dapat meletakkannya di: X:\Documents and Settings\NAMAUSER\Local Settings\Application Data\Autodesk\AutoCAD xxxx\R xx.x\enu\Template. NAMAUSER adalah nama login anda di Windows. AutoCAD xxxx adalah versi AutoCAD anda, dan Rxx.x adalah release AutoCAD.
Bukalah AutoCAD, klik file>new dari menu. Pilihlah template fun with acad.dwt yang anda download ini. Klik open. Gambar ini masih kosong. Sama dengan saat anda membuat file baru dengan template lain. Kita akan membuat sebuah denah rumah sederhana dengan template ini.
Magic #1: Predefined Layers and Styles
Dari ribbon bar, gantilah layer anda menjadi centerlines.
Sekarang, silahkan berimajinasi dalam membentuk centerlines dari dinding untuk denah bangunan anda. Anda dapat menggunakan gambar ini sebagai acuan, atau dapat membuat berdasarkan keinginan anda sendiri. Gunakan tools line.

Setelah centerline anda selesai, kita akan tambahkan dimension.
Magic #2: Quick Dimension dan dimension style
Ketikkan QDIM [enter] untuk mengaktifkan quick dimension. Pilihlah semua garis vertikal, lalu letakkan dimension di bawah. Lakukan juga hal yang sama untuk semua garis horizontal. Qdim adalah salah satu tools yang dapat mempercepat pekerjaan anda.Style telah ditetapkan oleh template. Anda tidak perlu mengaturnya lagi.
[googlevideo]http://video.google.com/videoplay?docid=-3299370706757623098[/googlevideo]
Magic #3: Predefined Blocks
Langkah berikutnya adalah menambahkan kolom pada desain. Untuk kali ini, kita asumsikan saja semua menggunakan kolom praktis dengan ukuran 150×150 mm.Untuk mempermudah, sekarang di drafting settings, di atas object snap, klik kanan, dan pilih settings.

Pada dialog yang terbuka, nonaktifkan semua snap, dan aktifkan HANYA intersection.

Sekarang, tekan i, [enter]. I adalah command alias untuk insert block.

Klik pada salah satu intersection untuk meletakkannya. Sekarang klik satu kali untuk memilih kolom praktis tersebut, klik kanan, dan pilih copy dari context menu.
Klik pada setiap intersection untuk meletakkan hasil duplikat dari kolom ini.
[googlevideo]http://video.google.com/videoplay?docid=1462568237141799691[/googlevideo]
Sekarang, kembalikan setting object snap ke seperti sebelumnya.
*Tips: yang paling sering akan anda pakai adalah endpoint dan midpoint.
lakukan insert block lagi, gunakan D1, D2, D3, dan D4 sebagai pintu. W1 dan W2 sebagai jendela.
[googlevideo]http://video.google.com/videoplay?docid=-677412822549550445[/googlevideo]
*Tips: Anda dapat mengulangi perintah sebelumnya dengan menekan [enter]. Dengan demikian, anda tidak perlu mengetikkan i, dan dapat langsung menekan [enter].
Klik saja pada posisi yang anda inginkan. Gunakan teknik yang telah anda pelajari sebelumnya. Untuk modifikasi sederhana (rotate, move, dll) klik objek sekali, klik kanan pada grip yang ada, pilih modify tools yang sesuai. Setelah selesai, tekan [esc] untuk mengakhiri proses.
Menggunakan block, sangat mempermudah penggambaran. Terutama jika objek anda tipikal. Dan jika anda punya library yang sering dipakai, menyimpannya dalam template bisa sangat membantu.
Magic #4: Menggunakan Dynamic Block
Dynamic block dapat sangat membantu. Sama seperti sebelumnya, insert block dengan menekan i lalu [enter]. Kali ini anda akan menggunakan magic selanjutnya. Klik untuk memilih dinding, dan drag agar panjang dinding sesuai![googlevideo]http://video.google.com/videoplay?docid=2762774251755805545[/googlevideo]
Sampai saat ini, anda mungkin telah menyadari pentingnya template. Kita akan membahas bagaimana membuat berbagai reusable content di tutorial ini kelak.

Di bagian yang lalu, saya mencoba menunjukkan bagaimana pentingnya
menggunakan file template. Meski banyak trik yang mungkin belum familiar bagi
pemula, saya rasa sekarang anda mulai memahami pentingnya penggunaan template.
Template dapat sangat mempermudah setup awal, dan dapat menjaga standard. Meski
drafter baru, jika ia ditunjukkan styles dan reusable contents yang dapat ia
pakai, ia dapat langsung mulai bekerja. Selain itu, tujuan saya menggunakan
beberapa tools itu untuk sedikit refreshing. Agar tidak terlalu jenuh, dan
mudah-mudahan lebih termotivasi :) Sekarang kita kembali ke bagian yang membosankan.
Belajar ke dasar, menggunakan modify tools.
Modify Tools
adalah kumpulan tools untuk melakukan berbagai perubahan atau manipulasi
terhadap bentuk geometri yang ada. Seringkali lebih cepat jika kita menggambar
objek dengan beberapa garis bantu, lalu melakukan modifikasi. Daripada berusaha
menggambar dengan benar dari awal.
Modify tools
dapat digunakan secara noun-verb selection ataupun verb-noun selection.
Noun-verb berarti anda memilih objek dulu, baru mengaktifkan tool. Verb-noun
berarti anda mengaktifkan tool dulu baru memilih objek. Tidak semua tools dapat
menggunakan noun-verb selection. Meski ini mungkin kebiasaan dari penggunaan
software Windows compliant lainnya. (Anda harus memilih teks dulu sebelum
mengkopinya di Word bukan?).
Berikut adalah
modify tools yang dapat anda gunakan. Baik melalui toolbar ataupun melalui
panel di ribbon bar.

Sama seperti
tutorial penggunaan tools untuk drawing, saya tidak akan membahas secara detail
setiap tools. Cara penggunaannya pada dasarnya sama dengan drawing tools.
Misalkan
untuk copy. Berikut adalah langkah-langkah yang anda lakukan:
Command:
_copy
Select objects: Specify opposite corner: 4 found
Select objects: Specify opposite corner: 4 found
Select
objects:
Current settings: Copy mode = Multiple
Specify base point or [Displacement/mOde]: Specify second
point
or
Current settings: Copy mode = Multiple
Specify base point or [Displacement/mOde]
or
Specify
second point or [Exit/Undo] :
[googlevideo]http://video.google.com/videoplay?docid=4041341217920320282[/googlevideo]
Sama seperti
saat menggunakan drawing tools, anda mengaktifkan tools, dan mengikuti
langkah-langkah yang diminta oleh AutoCAD. Pada contoh ini:
- Mengaktifkan tool
- Memilih objek (lebih detail untuk pemilihan objek dapat dilihat di sini)
- Mendefenisikan titik acuan
- Menekan [enter] untuk mengakhiri tool.
Pada
dasarnya hampir semua modify tools mengikuti alur pertanyaan di command line
(atau dynamic input). Hanya array yang membutuhkan anda mengisi melalui kotak
dialog.

Di dialog
ini, anda juga melakukan hal yang sama. Anda memilih objek, mendefenisikan
jarak (dengan titik acuan ataupun mengisi nilainya), dan parameter lainnya.
Anda dapat mengklik pada layar, dengan mengklik tombol berikut.
Silahkan
dicoba-coba sendiri modify tools yang ada. Jika anda ingin penjelasan dari
help, aktifkan modify tools yang anda inginkan, lalu tekan [F1]. Kita akan
mencoba beberapa modify tools di latihan kelak.
Melanjutkan seri tutorial AutoCAD untuk pemula. Jika anda belum mencoba-coba
menggunakan drawing tools dan modify
tools, cobalah berlatih menggunakannya sebanyak mungkin. Pahami bagaimana
cara penggunaan kedua kelompok tools itu. Pada dasarnya kedua tools itu dapat
anda kuasai hanya jika anda sering berlatih menggunakannya.Di bagian ini kita akan melangkah sedikit lebih jauh. Kita akan mulai mempelajari manajemen gambar di AutoCAD. Yang pertama perlu anda ketahui adalah layer.
Konsep Layer
Dulu, waktu orang masih menggambar secara manual, pernahkah anda melihat orang menggambar di kertas transparan? Si arsitek akan menggambar desainnya di sebuah kertas. Si insinyur sipil akan meminjam gambar itu dan meletakkan kertas transparan di atasnya, dan menggambar strukturnya. Begitu pula insinyur ME. Ia akan menggambar di kertas transparan dengan meminjam dasar gambar sipil dan arsitektur. Mungkin akan ada pula desain interior yang melakukan hal serupa. Seluruh gambar itu jika ditumpuk akan jadi satu gambar yang lengkap. Namun kalau ingin melihat gambar arsitektur + interior saja, gambar struktur dan ME dapat dilepas.Konsep yang sama digunakan oleh layer. Namun karena sekarang anda bekerja dengan komputer, anda dapat menetapkan jumlah layer secara lebih detail. Untuk gambar arsitektur saja, anda dapat menetapkan belasan sampai puluhan layer. Total, AutoCAD dapat menghandle jumlah layer ‘virtually unlimited’. Bagaimana menetapkannya?
Pada dasarnya, setiap perusahaan seharusnya punya standar layer sendiri. Tidak masuk akal jika dalam satu perusahaan setiap pengguna AutoCAD menggunakan nama layer sendiri-sendiri. Misalkan si A menggunakan layer ‘dinding’ untuk dinding. Si B menggunakan ‘wall’, si C menggunakan ‘ddg’. Tentunya ini akan menimbulkan kebingungan saat pertukaran data. Tidak ada standar internasional untuk penamaan layer, meski ada beberapa organisasi yang mencoba menstandarkannya.
Yang perlu anda perhatikan dalam menetapkan layer, setiap layer harus merupakan sebuah kelompok objek tertentu. Dengan layer, anda dapat menampilkan objek-objek yang anda butuhkan saja. Anda dapat mengunci layer sehingga kelompok objek lain tidak dapat anda edit. Anda juga dapat mengatur properti setiap kelompok objek sehingga saat dicetak
Mendefenisikan Layer
Buatlah sebuah file baru. Gunakan template acadISO -Named Plot Styles.dwt.Secara default, template ini memiliki hanya 1 layer. Yaitu layer 0. Jangan gunakan layer 0, kecuali untuk membuat block kelak. Kita akan menambahkan beberapa layer pada latihan ini.

Klik layer properties pada layer panel di ribbon bar. Atau ketikkan LA [enter] jika anda lebih menyukai menggunakan command line. Ini akan membuka layer properties manager.

Tambahkan layer dengan mengklik new layer. Ubah namanya menjadi A-wall. Ini merupakan cara yang cukup banyak digunakan dalam memberikan nama layer. A menunjukkan disiplin ilmu arsitektur. Anda dapat menggunakan C untuk Civil (infrastruktur) dan S untuk Structural. Atau dapat menetapkan aturan sendiri dalam perusahaan anda.
Sekarang di kolom color, klik warna pada kolom tersebut. Ubahlah warna menjadi merah (1). Ubah pula lineweight menjadi 0.20. Ini akan mendefenisikan tebal garis saat dicetak menjadi 0.2 mm.
Buat lagi layer A-detail-wall dengan warna abu-abu (8) dan lineweight 0.05. Tujuan mendefenisikan layer ini adalah untuk detail dari elemen dinding. Kadang-kadang kita tidak ingin menampilkan gambar dinding secara detail. Terutama jika bekerja dengan skala sangat kecil. Dengan mendefenisikannya pada layer lain, kita dapat menampilkan atau menyembunyikannya kelak.
Sekarang buat lagi layer A-column untuk kolom. Gunakan warna biru (5) dengan lineweight 0.25.
Buat pula layer A-detail-column dengan warna abu-abu (8) dengan lineweight 0.05.
Terakhir, buatlah satu layer dengan nama Centerlines. Beri warna abu-abu (9) dengan lineweight 0.09.
Klik pada kolom linetype. AutoCAD akan membuka satu dialog. Di sini anda baru melihat 1 jenis garis, yaitu continuous. Klik load untuk menambahkan jenis garis lain. Pilih CENTER dan klik OK. Pilihlah tipe garis center ini, dan klik OK.
Centerlines ini akan kita gunakan untuk semua disiplin ilmu, jadi tidak perlu dibedakan dengan prefix.

Sekarang coba anda defenisikan sendiri jenis layer yang mungkin anda butuhkan. Seperti layer untuk anotasi, pintu, tangga, furniture, landscape, dan sebagainya.
Menggunakan Layer
Sekarang kita akan coba menggunakan layer-layer ini. Tutuplah layer properties manager.Aktifkan layer Centerlines. Anggaplah sekarang dengan mengaktifkan layer ini, anda akan menggambar di lembar transparan Centerlines.

Gambarlah garis horizontal sepanjang 35000 mm. Perhatikan bahwa garis centerlines ini seharusnya garis-titik-garis. Tapi masih tampak terlalu rapat.
Ketikkan LTS [enter] untuk mengubah linetype scale. Ketikkan 40 [enter]. Sekarang garis centerlines anda tampak lebih jelas.
Ketik AR [enter] untuk mengaktifkan ARRAY. Klik tombol select object dan pilih garis horizontal ini. Berikan nilai berikut untuk array.

Kita mengkopi garis itu menjadi sebanyak 5 objek ke arah atas. Karena kita tidak mengkopinya kearah horizontal, column kita buat tetap satu objek. Jarak antar garis horizontal sejauh 6000 mm.
Ulangi langkah yang sama, buat garis vertikal sepanjang 27000. Buat duplikatnya sehingga menjadi 7 objek dengan jarak 5000 mm. Hasil akhirnya kira-kira seperti ini. Grid seperti ini umum dibuat sebagai acuan struktur bangunan.

Sekarang coba ganti layer yang aktif menjadi A-column.
Buatlah persegi dengan ukuran 400×400. Gambar dimana saja, nanti kita akan memindahkannya setelah kolom jadi.
Ganti layer yang aktif menjadi A-detail-column. Ketik O [enter] untuk mengaktifkan offset.
Ketik L [enter] untuk mengatur layer hasil offset. C [enter] agar objek hasil offset dibuat dilayer yang aktif. Ingat bahwa anda baru saja memindahkan layer aktif ke A-detail-column.
Ketik 20 [enter] sebagai jarak offset.
Klik sekali pada rectangle untuk memilih objek, dan klik satu titik didalam rectangle. Jangan pedulikan posisi pastinya. Yang penting di dalam rectangle. [enter] untuk mengakhiri tool ini.
Sekarang tekan H [enter] untuk mengaktifkan hatch.
Ganti pattern menjadi AR-CONC. Dan klik tombol di sebelah add:select object. Dialog akan menutup, klik rectangle hasil offset. Klik OK.
[googlevideo]http://video.google.com/videoplay?docid=8572734672393726490[/googlevideo]
Sebagai latihan, buatlah beberapa kolom lagi dengan ukuran 600×400, 300×300, dan Kolom silinder dengan diameter 400 mm.
Di latihan sebelumnya, anda sudah mencoba menggunakan
layer untuk mengelompokkan objek. Sekarang anda akan mencoba beberapa kegunaan
kenapa melakukan itu. Yang paling umum tentu, kembali ke konsep layer, adalah
untuk menghilangkan atau menampilkan kelompok objek tertentu. Kita akan coba
explore mengenai hal ini lebih jauh.
Cobalah
perhatikan pada layer properties manager. Anda akan lihat tiga properties yang
mengontrol visibility dan lock.

- On/off digunakan untuk mematikan layer. Objek pada layer itu akan disembunyikan. Dan drawing tidak akan diregenerate.
- Freeze/thaw hampir sama dengan on/off. Hanya saja dengan freeze/thaw, drawing akan diregenerate. Dulu, saat hardware menjadi isu penting, freeze lebih baik digunakan untuk mengirit memori. Freeze akan membuat seolah-olah objek itu tidak digambarkan, karena tidak diload seluruhnya. Tapi seiring tingginya perkembangan hardware, penggunaan keduanya tidak terlalu signifikan. Saat ini yang masih membedakan adalah anda dapat menggunakan freeze pada viewport yang berbeda-beda. Lebih lanjut dapat anda lihat di tulisan mengenai layer properties perviewport dan layer states.
- Lock digunakan untuk mengunci layer agar tidak dapat dimanipulasi.
Cobalah anda
buka gambar yang anda buat sebelumnya. Cobalah lakukan on/off dan freeze/thaw
dengan mengklik layer properties dari ribbon bar. Matikan layer
A-detail-column.

Di sini,
detail dari kolom kita bedakan dari gambar kolom itu sendiri. Kenapa? Jika anda
mengatur gambar ini untuk skala 1:100, mungkin akan tampak baik pada skala itu.
Namun jika anda harus meletakkan gambar itu pada siteplan dengan skala 1:500,
detail seperti ini justru bisa mengganggu. Dengan demikian, anda punya pilihan
untuk menonaktifkan yang tidak diperlukan ini.
Sekarang
cobalah aktifkan kembali semua layer. Pastikan semua dalam kondisi on dan
thawed.
Klik lock
(simbol gembok) di sebelah layer a-column dan a-detail-column.

Perhatikan
ada simbol kunci setiap anda meletakkan cursor di atas objek yang layernya di
kunci. Cobalah lakukan manipulasi seperti copy, move, erase, dan sebagainya.
Cara ini sangat baik untuk mencegah objek pada layer tertentu untuk ikut
diedit. Namun anda masih membutuhkannya untuk tampil sebagai referensi.
Seringkali
saya menjumpai rekan-rekan yang sudah lama menggunakan AutoCAD masih saja
menggunakan etiket yang kurang efektif untuk management data. Seringkali etiket
yang digunakan masih bersifat terpisah dan bukan dalam satu block. Dan masih
mengandalkan edit text untuk mengganti text lama. Disini saya ingin berbagi
bagaimana caranya membuat etiket dalam satu block.
Baik kita coba bahas langkah demi langkah untuk pembuatan etiket dengan gabungan block dan attribute :
Baik kita coba bahas langkah demi langkah untuk pembuatan etiket dengan gabungan block dan attribute :
- Persiapkan bentuk etiket seperti gambar dibawah ini atau sesuai dengan standard perusahaan tempat anda berkerja
- Perhatikan gambar dibawah ini. Text yang berwarna merah dibuat menggunakan menggunakan Attribute sedangkan yang berwarna biru menggunakan text.

Untuk
pembuatan text tidak akan kita bahas yang akan dibahas hanya seputar pembuatan
attribute. Berikut cara pembuatan attribute :
- Ketik att pada command
prompt atau draw -> block -> define attribute. Maka akan
muncul dialog box seperti dibawah ini

- Pada textbox tag isikan identifikasi block misal Digambar_oleh/Drawn_by. Hal yang harus diingat adalah tidak diizinkan adanya karakter spasi. Kemudian pada textbox prompt isikan keterangan misal Digambar oleh. Dan pada textbox default tuliskan isi atau value misal xxx atau —. Pada kedua textbox ini diizinkan adanya karakter spasi.
- Kemudian copy paste attribute yang sudah kita buat untuk mempersingkat waktu setting. Dan jangan lupa untuk mengganti isi dari textbox tag, prompt dan value sesuai dengan kebutuhan.
- Jadikan entity yang dibutuhkan dalam satu etiket menjadi sebuah block. Dengan mengetikkan b pada command prompt atau modify -> object ->block description
- Untuk mengedit attribute ketik ate pada command prompt atau modify -> object -> attribute -> global
Di bagian
ini anda akan mengenal block. Block adalah ‘reusable content’ atau objek yang
dapat dipakai berulang-ulang. Mungkin lebih kita kenal sebagai library.
Jika anda
pernah menggambar manual, mungkin pernah menggunakan Letraset atau Rugos untuk gambar orang,
pohon, dan sebagainya. Block punya konsep yang sama. Hanya saja, selain library
standard, anda dapat membuatnya sendiri dengan mudah. Satu kelebihan block,
jika anda mengubah defenisi block, maka semua block dengan nama yang sama akan
diupdate sesuai defenisi baru.
Di bagian yang
lalu anda telah membuat beberapa gambar kolom. Di bagian ini, kita akan
mendefenisikan kolom-kolom tersebut sebagai block.

Kenapa kita
ingin mendefenisikan kolom sebagai block? Biasanya ukuran kolom tipikal.
Seringkali kolom yang sama didefenisikan sebagai K1, K2, dan seterusnya.
Daripada kita menggambar ukuran yang sama berulang-ulang, kita akan membuatnya
sebagai block dan menginsertnya.

Dari
dashboard, klik tab Blocks and References. Klik create untuk
membuat block. Atau tekan B [enter] pada command line.
- Pada name, berikan nama ‘K1′
- Pada bagian base point, klik
pick point. Pilihlah tengah-tengah dari kolom. Base point adalah titik
acuan yang anda gunakan untuk meletakkan objek. Kolom umumnya diletakkan
pada centerpointnya. Ini yang kita gunakan. Kelak, kita akan menginsert
block pada pertemuan grid yang kita buat pada latihan sebelumnya.

- Pada bagian objects, klik select objects. Pilihlah gambar kolom tersebut. Pastikan anda memilih semua elemen pembentuk kolom. Dua rectangle dan satu hatch.

Lakukan hal
yang sama untuk semua kolom. Beri nama berturut-turut K2, K3, dan K4.
Di bagian
selanjutnya, kita akan membahas cara meletakkan block dan mengeditnya.
Di bagian yang lalu, kita sudah membahas soal membuat
block. Membuat block jelas mudah. Anda juga sudah menggunakan block sebelumnya saat mencoba
memanfaatkan template. Sekarang
kita akan menggunakan block yang anda buat sebelumnya dan mencoba meletakkannya
pada grid yang sudah dibuat sebelumnya. Kita juga akan melakukan beberapa
perubahan pada block.
Ingat 4
block kolom yang kita buat sebelumnya? Hapus keempat kolom itu. Jangan khawatir
apa yang anda buat hilang.
Sekarang
zoom ke grid bangunan. Tekan i [enter] untuk insert block, atau klik insert pada
dashboard.

Perhatikan
bahwa defenisi block yang anda buat masih ada! Meski objeknya telah anda hapus,
defenisi block tetap disimpan pada file.
Insert block
K1 pada lokasi yang dilingkari merah berikut.

Setelah anda
insert, aktifkan copy dengan mengklik pada dashboard atau mengetikkan CO
[enter].
Pilih kolom
yang baru anda insert, lalu [enter]. Tahan [shift] + klik kanan, lalu S untuk
mengaktifkan insert snap. Klik pada kolom anda. Insertion point pada block
tersebut itu menjadi base point.
Tahan [shift]
+ klik kanan, lalu i untuk mengaktifkan intersection snap. Letakkan pada
titik-titik yang ditunjukkan lingkaran hijau di atas.
Sisanya,
berikan kolom K2.
Idealnya,
block adalah library. Jika ada perubahan bentuk pada objek tipikal anda,
idealnya anda tidak mengubahnya, tapi menggantinya dengan library baru.
Misalnya jika anda ingin mengganti tipe meja A ke tipe meja B, anda tidak
mengedit meja A, tapi cukup menggantinya dengan meja B. Suatu saat anda mungkin
akan
Namun sifat
block yang unik, jika anda mengubah defenisi block, semua block dengan nama
sama akan berubah. Dengan demikian, di desain ini kita asumsikan kolom K2
berubah ukurannya.
Aktifkan
block editor dengan mengetik BEDIT [enter].

Pilih kolom
K2 dan klik OK.
Di sini anda
akan melihat hanya gambar kolom K2. Ingatlah bahwa titik insert ada di titik
0,0 di block editor. Jangan move objek anda!

Ketik S
[enter] untuk mengaktifkan stretch. Sudah mengenal stretch bukan? Strecth akan
mengubah ukuran objek dengan memindahkan vertexnya. Kita akan mengubah ukuran
kolom ini dengan menarik vertex bagian bawah ke bawah 50 mm. Atas ke atas 50
mm. Sehingga total panjang kolom bertambah 100. Kita memindahkan pada kedua
sisi agar titik 0,0 tetap di tengah.

Begitu pula
untuk lebar, kita akan menguranginya 100 mm. Sehingga harus kita stretch ke
kiri dan kanan 50 mm.
Ukuran kolom
K2 yang semula berukuran 400×400 menjadi 300×500. Klik close block editor pada
dashboard. AutoCAD akan menanyakan apakah anda ingin menyimpan perubahan pada
block K2. Klik yes.
Perhatikan
bahwa kolom K2 semua sudah berubah.
Sebelum anda
meneruskan ke tulisan selanjutnya, ada baiknya anda mencoba tutorial
berikut untuk
menambah pengetahuan anda tentang block. Dan siapkan block dinding di tutorial
itu untuk selanjutnya.
Melanjutkan
tutorial AutoCAD untuk pemula. Jika anda mengikuti tutorial menggunakan block, anda mungkin sudah mencoba juga
membuat dynamic block untuk dinding. Dan anda mungkin ingin tahu
bagaimana menyiapkan template yang digunakan saat latihan
template. Di bagian
ini kita akan membuat pintu, jendela, dan juga dinding untuk diletakkan pada
denah. Pintu dan jendela akan dibuat menjadi block. Sementara untuk dinding
kita tidak menggunakan dynamic block dulu. Yang ditekankan adalah workflow dan
konsepnya.
Bukalah file
latihan anda sebelumnya. Kita sudah membuat grids dan kolom. Tambahkan satu
layer untuk membuat gambar pintu dan jendela. Berikan nama yang relevan.
Membuat Pintu
Buatlah
beberapa pintu. Gunakan cara yang pernah anda lakukan di latihan membuat pintu. Buatlah dengan ukuran lebar masing-masing 600mm, 700
mm, dan 800 mm. Untuk pintu keempat, kopi pintu yang berukuran 800 mm, lalu
mirror pintu anda agar menjadi pintu dobel.
Hapus
rectangle di kanan (kusen). Aktifkan mirror, pilih pintu tersebut. Buat garis
mirror di bagian kanan pintu. Saat AutoCAD menanyakan apakah anda ingin
menghapus objek asli, ketik N [enter].

Buat semua
pintu menjadi block, masing-masing P1, P2, P3, dan P4.
Gunakan
titik-titik berikut sebagai insertion point.

Membuat Jendela
Membuat
Jendela jauh lebih mudah daripada membuat pintu. Buatlah gambar berikut.

Ukuran kusen
jendela sama dengan kusen pintu, yaitu 50×150. Dan lebar jendela berturut-turut
600mm, 750mm, dan 2x750mm. Buat masing-masing menjadi block dengan nama W1, W2,
dan W3.
Membuat Dinding
Banyak cara
menggambar di AutoCAD. Namun seperti biasa, di sini cara yang dibahas mungkin
tidak lazim digunakan :) Yang pasti kita tidak akan menggunakan multilines. Dan
tentu kita tidak akan menggambar dengan lines karena tidak produktif. Secara
lengkap dinding dibuat dari dinding bata di dalamnya, dan finishing di luarnya.
Dilambangkan dengan empat garis paralel, dan diberikan hatch (arsiran) sebagai
penegas. Banyak yang melakukannya dengan multilines, namun kesulitan akan
muncul pada saat memberikan hatch. Kita akan melakukannya dengan rectangle.
Lakukan
langkah-langkah berikut:
- Aktifkan layer A-wall. Lalu aktifkan rectangle. Buat rectangle dengan ukuran 500×150 mm.
- Aktifkan layer A-detail-wall. Buat satu rectangle di tengah-tengah rectangle sebelumnya. Anda dapat melakukannya dengan memulai starting point offset 20mm dari rectangle pertama. Buat dengan ukuran 500×110 mm.
- Terakhir, tambahkan hatch di dalam rectangle terakhir. Berikan hatch ANSI32 dengan skala 5. Hatch dapat diaktifkan dengan mengetikkan H [enter]. Pastikan pilihan associative diaktifkan. Associative akan membuat hatch selalu mengikuti perubahan bentuk geometri dinding kita.
- Buat dua jenis dinding. Yaitu dinding bata dan trassram. Bentuk dinding trassram hanya sedikit berbeda dengan dinding bata. Kopilah dinding yang pertama ini, dan tambahkan hatch ANSI31. Berikan dengan skala 5, dan anglenya 90, agar saling tegak lurus dengan hatch sebelumnya.
- Uji dengan melakukan stretch pada kedua dinding. Di tutorial dynamic block, dinding ini didefenisikan sebagai library block. Jika anda ingin melakukan hal serupa, dapat mencobanya dengan membaca tutorial tersebut.
[googlevideo]http://video.google.com/videoplay?docid=-4496363145284415954[/googlevideo]
Di bagian
ini, Anda telah membuat sendiri 3 elemen dasar yang akan diletakkan pada
bangunan kita. Yaitu pintu, jendela, dan dinding. Sebelumnya anda juga sudah
membuat kolom. Di bagian selanjutnya, kita akan melengkapi bangunan dengan
elemen-elemen ini.
Sebetulnya
langkah berikutnya yang perlu anda lakukan bisa dikatakan overlap dengan
tulisan mengenai penggunaan
template. Cara
penggunaannya sama. Satu-satunya perbedaan mungkin di dinding. Mungkin ada yang
sudah mencoba membuat dynamic block. Tapi jika tidak, jangan khawatir. Anda
dapat menggunakan STRETCH untuk mengubah ukuran dinding.
Sekarang
kita coba review apa yang telah dilakukan sebelum tutorial ini.
Anda telah mempersiapkan
layer yang akan
digunakan untuk membedakan objek-objek yang akan anda gambar. Anda juga telah
membuat grid-grid yang akan digunakan sebagai panduan untuk membuat objek
arsitektur.

Anda
kemudian mempersiapkan beberapa objek kolom dan membuatnya
menjadi block. Dengan
mendefenisikan objek-objek tersebut sebagai block, anda dapat membuatnya
sebagai objek tunggal dan dapat digunakan kembali sebagai library.

Anda juga
telah meletakkan
kolom-kolom ini pada grid-grid bangunan sebagai block. Anda juga mempelajari bagaimana
melakukan proses editing pada block, dan melihat apa keuntungan block.
Terakhir,
anda telah membuat
elemen-elemen bangunan lain. Seperti dinding bata, dinding trassram, pintu dan jendela. Untuk pintu
dan jendela juga anda buat menjadi block.
Langkah
terakhir yang dapat anda lakukan untuk menyelesaikan bangunan ini adalah
menyusun objek-objek tersebut. Sederhana saja. Seperti bermain lego. Anda dapat
coba review
penggunaan template jika anda
ragu. Silahkan coba bereksperimen sendiri dengan desain anda untuk
menyelesaikannya.
Yang ingin
saya tekankan adalah, setiap disiplin ilmu dapat memanfaatkan banyak cara agar
lebih produktif. Langkah kerja yang anda lakukan juga dapat mempengaruhi
kemudahan dalam menggambar. Dalam contoh ini, bidang arsitektur, anda tidak
perlu menggambar setiap garis yang ada. Anda dapat membuat bentuk objek tipikal
dan menggunakannya berkali-kali. Sekali lagi saya tekankan, tools AutoCAD mudah
dipelajari. Anda dapat mencobanya sendiri setiap tools yang ada dengan
mengikuti panduan yang diberikan. Namun menggunakan AutoCAD sekedarnya, seperti
menggunakan meja gambar, rasanya tidak akan terlalu produktif.
Di bagian
berikutnya, kita akan mencoba membahas mengenai anotasi. Silahkan anda
selesaikan bangunan anda, dan diskusikan jika ada kesulitan.
Menggunakan Text
Text adalah anotasi yang banyak digunakan, dan paling sederhana. AutoCAD memiliki 2 jenis text, yaitu single line text dan multiline text. Single line text dapat anda gunakan untuk teks-teks sederhana yang hanya membutuhkan satu baris saja. Sementara multilinetext dapat anda gunakan untuk teks yang lebih kompleks. Seperti paragraf, lengkap dengan multi kolom, bullet, dan numbering.Single line text dapat anda aktifkan dengan mengklik menu Draw>Text>Single Line Text . Atau dengan mengetikkan DT [enter] pada command line.
Berikut adalah input yang harus anda berikan.
Command: DT
TEXT
Current text style: “Standard” Text height: 2.5000 Annotative: No
Specify start point of text or [Justify/Style]:
Specify height <2 .5000="">:
Specify rotation angle of text <0>:0>2>
Setelah menetapkan parameter-parameter tersebut, anda dapat mengetikkan text yang anda inginkan. Jika anda menekan [enter], maka teks akan berpindah ke baris berikutnya. Ingat, ini adalah single line text. Setiap baris adalah entity yang berbeda. Jika anda ingin menyelesaikan text tersebut, tekan [enter] lagi tanpa mengisikan text. Sederhana saja.
Untuk multiline text, dapat anda aktifkan dengan mengetikkan MT atau mengakses menu Draw>Text>Multi Line Text.
Menggunakan multi line text sama saja dengan menggunakan aplikasi word processor yang populer. Perhatikan bahwa saat multi line text aktif, anda dapat melihat toolbar untuk formatting text. Anda dapat mengganti style, font, font size, bold, italic, symbol, dan berbagai atribut text lainnya.


Jika anda telah terbiasa menggunakan word processor, tentu tidak akan menemukan kesulitan berarti di sini. Gunakan multi line text jika anda harus mengetik dalam bentuk paragraf. Untuk keterangan hanya satu baris saja, gunakan single line text.
Mengenal Text Style
Text style adalah defenisi bagaimana text akan ditampilkan. Apa font yang akan digunakan, berapa ukurannya, dsb. Jika anda menggunakan multi line text, anda dapat mengoverride setting ini dengan mudah, meski tidak dianjurkan. Namun jika anda menggunakan single line text, anda harus mendefenisikannya melalui style.Anda dapat mengakses text style melalui menu format>text style…

Anda dapat memiliki banyak bentuk font dengan mendefenisikan style yang berbeda. Tinggi huruf didefenisikan sesuai dengan skala. Jika anda mencetak dengan skala 1:100, dan anda ingin text anda tercetak dengan tinggi 2.5 mm, maka anda mendefenisikan tinggi huruf dengan 250. Tentu saja, asumsi kita selama ini kita menggambar dengan mm.
Di image di atas, height diisikan 0. Apa artinya? Jika anda mengisikan height selain 0 (100, 200, dst) maka saat anda menggunakan single line text, AutoCAD tidak akan menanyakan lagi berapa tinggi huruf yang anda inginkan. Sementara jika anda isi 0, setiap kali anda menggunakannya, AutoCAD akan meminta konfirmasi berapa tinggi text yang ingin anda gunakan.
Text adalah anotasi yang sangat sederhana. Cobalah berlatih menggunakannya beberapa kali. Di bagian selanjutnya kita akan mambahas mengenai dimensi.
Dimensi
merupakan elemen anotasi yang digunakan untuk menunjukkan ukuran panjang, besar
sudut, radius/diameter dan sebagainya. Dimensi juga merupakan anotasi yang
sangat penting dalam menggambar teknik. Meski anda menggambar dan mencetak
dengan menggunakan skala, tidak masuk akal jika orang yang ingin mengetahui
ukuran gambar anda harus mengukurnya setiap saat.
Dimension
juga diatur dengan style. Pengaturannya lebih kompleks dari teks style, namun
pada dasarnya sama saja.
Menggunakan Dimension
Berikut
adalah dimension tools yang ada pada toolbar dimension. Jika anda belum dapat
melihatnya, klik dari menu AutoCAD tools>toolbars>dimension.
Meski banyak
tools untuk dimension, tidak semuanya akan anda pakai. Beberapa lebih sering
digunakan untuk industri tertentu saja. Dan pada dasarnya penggunaannya sama.
Jika anda telah melengkapi gambar bangunan anda di review
latihan sebelumnya, dapat
memberikan dimensi pada gambar anda. Jika tidak, anda dapat mendownload file ini dan mencobanya pada latihan ini.

Cobalah
aktifkan linear dimension. Klik end point dari garis centerline paling kiri.
Klik endpoint centerline berikutnya sebagai titik terakhir. Dan klik sekali
lagi sebagai posisi dimana anda ingin meletakkan dimensi itu.

Saat ini
dimensi anda mungkin ukurannya belum terlihat. Ukurannya masih terlalu kecil.
Tidak perlu dipikirkan, kita akan ubah ukurannya kemudian.
Mudah saja
bukan? Setiap jenis dimensi memiliki beberapa cara yang mungkin sedikit
berbeda. Namun jika anda ingat aturan
penggunaan tool AutoCAD, hal ini tidak akan sulit diikuti.
Command:
DIMLINEAR
Specify first extension line origin or
Specify first extension line origin or
Sekarang
aktifkan DIMCONTINUE
.
Perhatikan sekarang dimensi anda langsung diteruskan dari dimensi sebelumnya.
Klik setiap titik endpoint dari centerline itu sampai selesai.

Sekarang
anda telah memiliki beberapa dimensi. Sampai sekarang, kita belum dapat membaca
dimensi ini. Sekarang kita akan mengubahnya melalui dimension style.
Mengenal Dimension Style
Dimension
juga diatur dalam dimension style. Anda dapat mengaturnya di menu format>dimension
style…
Klik modify
untuk mengedit style ini. Klik tab text.
- Ganti text height menjadi 200.
- Ganti offset from dim line menjadi 50.
Klik tab symbols
and arrows. Ganti nilai arrow size menjadi 200.
Klik OK,
lalu klik close. Sekarang dimensi anda telah dapat terbaca. Dimension style
memiliki banyak properties. Anda dapat coba sendiri dan melihat kegunaannya.
Jika ada kesulitan, anda dapat selalu mendiskusikannya di sini atau di forum. Seperti yang pernah saya sebutkan, tidak ada gunanya
saya sebutkan satu-satu fungsinya. Seringkali anda sudah dapat menebak gunanya,
atau bahkan tidak memerlukannya. Bereksperimenlah agar anda tidak cepat lupa :)
Penjelasan:
Nilai tinggi
text 200 disiapkan untuk dicetak dalam skala 1:100. Dengan skala 1:100, artinya
saat dicetak tinggi text akan menjadi 2 mm. Jika anda ingin mencetak dengan
skala lain, bisa anda sesuaikan sendiri.

AutoCAD
memiliki fitur 3D modeling. Meski hanya terbatas untuk visualisasi, tapi cukup
baik. Dan memang seringkali hanya visualisasi yang dibutuhkan.
Mulai
sekarang, saya akan mencoba membahas tutorial AutoCAD 3D. Tidak ada salahnya
bagi yang sudah menguasainya mengikutinya juga, karena ada cukup banyak
perbedaan dengan versi lama.
Sebetulnya
konsep dasar 3D modeling di AutoCAD tidak banyak berbeda.
Konsep
pertama yang harus anda ingat adalah, meski 3D mengenal 3 sumbu koordinat X,Y,
Z… kita tetap menggambar hanya dalam sumbu X dan Y.
Cobalah buka
AutoCAD anda. Buatlah gambar rectangle. Ukurannya bebas saja.
Konsep kedua
yang harus anda ketahui adalah, kebanyakan ‘native feature’ 3D membutuhkan anda
untuk membuat profil tertutup. Entah rectangle, circle, polygon, atau polyline
tertutup.
OK, sekarang
dari ribbon bar, di bagian view, ubahlah visual styles menjadi 3D
Wireframe.

Bagi anda
‘command line lovers’ bisa ketik VS [enter]. VS adalah singkatan dari visual
styles.
Seharusnya
anda sekarang sudah bisa melihat ‘view cube’ di pojok kanan atas area drawing
anda. Klik sudut view cube tersebut. Anda akan melihat pandangan isometric dari
gambar anda.

Sekarang di
bagian 3D Modeling, klik extrude. Extrude akan menambahkan ketinggian pada
objek polygon tertutup.

Rules dalam
3D modeling tetap sama.
Menggunakan
tool AutoCAD: Klik pada toolbar, dan ikuti langkah selanjutnya pada dynamic
input atau command line.
AutoCAD akan
meminta anda mendefenisikan objek yang akan di extrude. Pilihlah rectangle anda
yang sudah dibuat sebelumnya. Tekan [enter] untuk mengakhiri seleksi objek.
Perhatikan bahwa kalau anda menggeser mouse anda, tinggi extrusion juga akan
mengikuti. Ketikkan saja tinggi objek yang sesuai, lalu tekan [enter].
Cara ini
adalah cara paling umum dalam membuat objek 3D. Kita membuat profil, lalu
ditambahkan feature agar objek jadi 3D.
Sekarang
coba matikan dynamic UCS (DUCS) pada toolbar drafting settings. Di atas status
bar.
Untuk
tutorial dasar DUCS tidak akan kita gunakan dulu. Kelak akan kita bahas secara
terpisah.
Sekarang
coba lagi buat rectangle.

Perhatikan
bahwa kita cuma bisa menggambar di sumbu X dan Y.
OK, sekarang
kita coba navigasi 3D dari model ini. Perhatikan view cube. Bagi anda yang baru
menggunakan AutoCAD untuk 3D sekarang boleh dibilang beruntung :)
Anda dapat
mengklik ‘front’ untuk melihat dari depan, left, top, dan sebagainya. Arahkan
saja pointer anda ke sisi-sisi kubus itu, dan klik untuk sudut pandang yang
diinginkan.

Sekarang
coba lagi visual styles. Cobalah ubah-ubah menjadi 3D Hidden, Conceptual, dan
Realistic. Perhatikan bedanya.
Di bagian
berikutnya, kita akan membahas mengenai UCS (User Coordinate System). Bagi yang
mengikutinya dan ingin bantu melengkapinya atau bertanya silahkan. Stay tuned
;)
Menggunakan User Coordinate System

Anda sudah diperkenalkan konsep bahwa menggambar 3D di AutoCAD tetap terbatas pada sumbu X dan Y. Jika kita ingin menggambar kalau tidak sebidang dengan sumbu X dan sumbu Y, Kita harus mendefenisikan sendiri bidang kita dengan mengubah orientasi sumbu X dan Y. Ini dikenal dengan UCS atau User Coordinate System. Kita akan mengaplikasikannya pada latihan membuat cangkir.
UCS adalah inti dari 3D modeling. Karena itu anda harus menguasainya dengan baik.
Cobalah buat sebuah rectangle dengan ukuran 50x50mm. Extrude dengan ukuran 5mm. Ini seharusnya mudah, karena anda sudah melakukannya juga sebelumnya. Seperti yang telah disebutkan, kita hanya bisa menggambar pada sumbu X dan Y. Kecuali kita snap ke titik lain. Tapi ini lain perkara.
Sekarang kita ingin membuat satu objek cangkir, dan rectangle tadi sebagai tatakan gelas. Cangkir dapat kita gambar dengan membuat gambar profil tertutup, lalu memutarnya pada sumbu tertentu. Tool ini disebut sebagai revolve.
Ketik UCS [enter] untuk mengaktifkannya. UCS memiliki beberapa pilihan untuk mengubahnya. Kali ini kita akan mendefenisikannya untuk metode default: 3 point.
Pilih berturut-turut titik origin, arah sumbu X, dan arah sumbu Y.

Klik top pada viewcube sampai anda dapat melihat seperti ini.

Sekarang kita akan mengubah option sedikit. Aktifkan melalui menu tools>option. Atau dapat juga mengetikkan OP [enter]. Pada tab drafting, aktifkan replace Z value with current elevation.

Jika tidak mengaktifkan ini, seringkali gambar kita nilai Z-nya nempel ke mana-mana. Sulit dikontrol. Kali ini kita hanya menggambar pada satu bidang, akan lebih mudah jika kita mengaktifkan option ini.
Gambarlah profil cangkir seperti ini. Ukuran persisnya tidak penting. Ingat aturan kedua: harus geometri tertutup. Gunakan polyline dan pastikan tertutup.

Sekarang kita aktifkan revolve.

Pilihlah profil itu untuk perputaran. [enter] setelah terpilih. Klik dua kali untuk membentuk garis sumbu imajiner. Garis yang akan menjadi sumbu putar.

Berikutnya sudut putar. Secara default perputaran akan dilakukan 360 derajat. Ganti jika nilainya berbeda. Tekan [enter] Aktifkan visual style, dan pilih conceptual.

Kembalikan view anda ke view sebelumnya. Buatlah gambar path seperti ini. Buatlah dalam satu polyline. Jangan dua arc!

Sekarang kita akan coba membuat ‘profile’ dari gagang cangkir ini. Putar view anda sampai anda dapat melihat seperti ini.
*Tips: Anda dapat menggunakan ‘orbit’ dengan menahan [shift] dan klik tengah pada mouse.
Sekarang kita akan memindahkan UCS pada ujung profile ini. Ketik UCS, klik bagian ujung atas dari path. Tidak perlu mendefenisikan arah sumbu X dan Y, langsung [enter] untuk accept. Jangan lupa perhatikan command line!

Sekarang kita lihat bahwa UCS sudah pindah ke ujung profile. Yang masih jadi masalah kita masih harus memutar arah sumbu X. Kita akan membuat profile tegak lurus dengan path.
Ketik UCS. Kita akan memutarnya dengan acuan sumbu Y. Arahkan jempol kanan anda ke atas (sejajar sumbu Y di atas) dan kepalkan tangan anda. Ke mana arah telunjuk anda memutar? Itu adalah arah putaran yang sama dengan sumbu UCS. Ketikkan 90 [enter].
Perhatikan bahwa UCS anda akan tampak seperti ini. Perhatikan arah sumbu X.

Buatlah gambar ellipse pada origin tersebut. Putar view anda jika perlu.

Sekarang aktifkan sweep.

Pilihlah elips sebagai profil, [enter]. Pilihlah polyline sebagai path [enter].

Di masa lalu, untuk membuat sweep kita harus menggunakan extrude dengan path. Cobalah aktifkan extrude dan lihat bahwa pilihan itu masih ada. Tapi lupakanlah untuk menggunakannya. Gunakan sweep saja, jauh lebih bisa diandalkan dan lebih mudah.
So far so easy? Sekarang objek ini masih terdiri atas tiga objek. Kita akan menggabungkan cangkir dan gagangnya agar jadi satu kesatuan.
Aktifkan union, dan pilih cangkir dan gagangnya lalu [enter]

Kalau ingat pelajaran di SD: gabungan, irisan, dst itu ya sama seperti ini. Union akan menggabungkan objek.
Sedikit finishing touch: aktifkan fillet dan fillet keempat sisi tatakan cangkir. Fillet ini bisa diaplikasikan untuk 3D juga.
Tidak sulit bukan? 3D tidak sulit, hanya butuh kesabaran saja ;)
Operasi Boolean dan Solid History
Kalau anda mengikuti tutorial sebelumnya, anda sudah mencoba extrude, sweep, dan revolve. Setiap hasil operasi 3D akan jadi objek terpisah. Karena itu kita menggabungkan cangkir dan gagangnya dengan union. Union akan menggabungkan dua objek 3D solid atau lebih menjadi satu objek saja. Operasi ini disebut dengan boolean operation.
Ada tiga operasi boolean yang dapat anda lakukan di AutoCAD: Union, subtract, dan intersect. Seharusnya dari iconnya sudah cukup menjelaskan fungsinya.
Coba perhatikan dua hasil extrusion berikut. Keduanya adalah objek terpisah.

Operasi union akan menggabungkan keduanya menjadi satu objek. Meski tampak sama saja, jika anda coba memilihnya, akan tampak keduanya sekarang sudah digabungkan.

Subtract akan mengurangi volume objek pertama dengan objek kedua.

Sementara intersect hanya akan menyisakan bagian dari kedua objek yang berpotongan.

Masih ingat pelajaran SD: gabungan, potongan, dan irisan? Ini adalah salah satu prakteknya :)
Solid History
“Apakah hasil operasi boolean dapat diedit objek aslinya? Misalnya ukuran objek yang kedua harus diperbesar”Jika anda masih menggunakan AutoCAD 2006 atau lebih tua, jawabnya tidak. Anda harus menggambar ulang objek aslinya dan mengulangi operasi boolean. Merepotkan jika objeknya termasuk lumayan kompleks!
Bagi yang menggunakan AutoCAD 2007 atau lebih baru, jawabnya bisa. ACAD2007 memiliki parameter yang disebut sebagai solid history. Bagaimana objek anda dibuat, masih ada historynya.
Cobalah buat dua rectangle dan extrude seperti gambar di atas. Lakukan subtract.
Sekarang ternyata kotak yang kedua tingginya kurang. Kita harus mengedit hasil boolean ini.
Tahan [ctrl] dan dekatkan pointer anda ke objek anda. Menahan [ctrl] akan mengaktifkan pemilihan ‘sub-object’. Perhatikan objek yang dihighlight adalah objek pembentuk, bukan hasil subtraction! Sambil tetap menahan [ctrl] carilah kotak kedua. Tekan [spasi] untuk cycle antar objek jika perlu. Klik kiri untuk memilihnya. Sekarang anda dapat melihat grip yang dapat digunakan untuk mengubah ukuran objek.

Umumnya, jika anda sudah menguasai AutoCAD 2D… tidak banyak lagi konsep yang anda butuhkan untuk membuat model 3D. Tapi kita akan coba bahas lebih lanjut sambil membuat latihan di tutorial berikutnya.
Latihan 3D: Membuat Pintu
Di beberapa tutorial 3D yang lalu kita sudah mempelajari basic features dari 3D. Sekarang kita akan coba berlatih menggunakannya: membuat pintu. Kita akan menggunakan extrude, UCS, revolve, sweep, dan sebagai tambahan… DUCS dan presspull.Buatlah dua profil tertutup seperti ini. Gunakan polyline, dan pastikan keduanya adalah polyline tertutup. Warna, lineweight, dan dimensi hanya sebagai panduan, tidak perlu dibuat juga.

Sekarang putar view menjadi SW Isometric. Extrude rectangle dengan ukuran 800×50 setinggi 2150 mm.
Pastikan dynamic UCS aktif. Ada di drafting settings. Bagi anda yang menggunakan AutoCAD 2008 atau sebelumnya, masih berupa teks DUCS.
Coba aktifkan polyline. Geser pointer anda ke sisi vertikal pintu. Tunggu dan pastikan sampai tampak garis putus-putus. Itu berarti dynamic UCS telah mengenali bidang itu sebagai UCS yang baru.

Snap ke titik bawah daun pintu, dan buat profil seperti ini.

Aktifkan sweep. Pilih profil pertama sebagai objek yang akan di sweep. Dan pilih polyline yang baru saja anda buat untuk pathnya.

Sekarang kita akan menambahkan sedikit detail di pintu ini.
Klik front pada view cube. Anda akan sering menggunakan view control saat bekerja dengan 3D. Usahakan agar anda terbiasa. Buatlah profil seperti ini di bagian dalam pintu. Ingat, pastikan DUCS aktif sebelum anda mulai menggambar. Ukuran terserah anda.

Pastikan dynamic input aktif. Aktifkan extrude. Pilih rectangle itu, gerakkan pointer anda sampai extrusion tampak ke arah yang benar. Ketik 20. Dynamic Input memungkinkan kita mengisi nilai 20 saja, tanpa harus memikirkan nilainya + atau -. Tanpa dynamic input, kita harus mempertimbangkan arah sumbu Z waktu objek dibuat. Searah sumbu positif, nilainya positif. Berlawanan, negatif. Masih benci dengan dynamic input? :)
Subtract. Pilih panel pintu sebagai yang pertama, enter, lalu pilih hasil extrusion terakhir sebagai pemotong.
Buat lagi sebuah rectangle di dalamnya, extrude 20. Union daun pintu dan hasil extrusion terakhir.

Extrude, subtract, extrude, union. Kita akan sering menggunakannya saat menggambar dengan AutoCAD 3D. Ribet? Memang seperti itu caranya :)
Maaf untuk kali ini saya tidak membahas terlalu detail. Namun jika anda mengikuti tutorial ini berurutan, seharusnya bisa mengikutinya. Jangan lupa, bisa didiskusikan juga di komentar :)
Sekarang coba buat lagi profil seperti ini di atas hasil kerja kita sebelumnya.

Kali ini langsung buat 2 buah rectangle. Aktifkan presspull. Pastikan area yang terpilih seperti berikut.

Gerakkan kembali pointer anda ke dalam pintu, ketik 20. Voila! Awalnya kita harus menggunakan extrude, subtract dan union… Kali ini cukup sekali presspull!
Sebagai tantangan, buatlah handle pintu untuk melengkapinya.
Hasil pintu kita akan menjadi seperti ini:

Bagaimana tutorial 3D ini sampai di sini?
Text menggangu Hatch?
Pernahkah mengedit text di area hatch?Yang sering terjadi adalah ada bekas lubang yang tidak sesuai dengan text yang telah diperbarui. Ada banyak solusi untuk cara ini, salah satunya dengan menghapus hatch dan buat baru atau membuat hatch yang associative
Tetapi hal ini kurang dapat diandalkan juga karena kadang associative hatch-nya gak jalan.
Solusi yang penulis lakukan adalah dengan hatch terpisah dengan text-nya.
Pertama-tama buat hatch-nya dahulu sesuaikan dengan yang diinginkan. Lalu baru buat text dan diletakkan didalamnya. Masalah yang muncul adalah arsiran hatch dengan text-nya bersilangan.
Untuk mengatasi masalah ini aktifkan background mask pada text.


Secara otomatis arsiran seakan-akan terpotong diarea sekitar text.
Coba pindah text tersebut diarea arsir dan diluar arsir.
Lihat apa yang terjadi :-)
Powered by Zoundry
Raven
Ada beberapa
catatan ketika penulis mendapat gambar dwg arsitektural dari seseorang. Salah
satunya adalah pola keramik pada denah lantai. Kebanyakan masih menggunakan line
untuk pola keramiknya.
Memang yang
dibutuhkan untuk gambar pola keramik haruslah terskala. Sedangkan hatch pattern AutoCAD tidak menyediakan pola keramik
20×20, 30×30, 20×30, dst.
Untuk itu
sebenarnya kita bisa menggunakan user defined-nya
hatch. Misal pola keramik 20×20, pada dialog box hatch kita pilih type: user defined, spacing:
di isi 20, lalu centang opsi Double. Agar berpola arsir 20×20.
Jangan lupa
untuk hatch origin kita pilih yang specified origin lalu centang opsi default to boundary extents:, pilih yang center agar pola lantai terbagi rata
kesekelilingnya.

Hal sama
juga dilakukan untuk pola lantai 30×30, cukup
mengubah Spacing.-nya menjadi 30.
Lalu
bagaimana kalau keramik 20×30?
Mudah kok
Buat dua arsiran di daerah yang sama. Pertama-tama buat dulu arsiran yang 20-nya hilangkan centang Double. Kemudian buat
arsiran 30-nya hilangkan juga centang Double dan ubah Angle:
ke 90 derajat.
Bila sakit
berlanjut. Hubungi tentangCAD terdekat. :-)
Beberapa
waktu yang lalu saya sudah memposting mengenai sistem penggambaran di AutoCAD. Kali ini kita akan meneruskan
secara detail menyiapkan reusable content berupa dinding. Meski ini mungkin
sedikit banyak overlap dengan tutorial dynamic block, tapi tujuan kali ini
berbeda.
Bukalah
sebuah gambar baru. PASTIKAN ANDA MENGGUNAKAN TEMPLATE ISO.
Persiapkan 2
layer berikut:
- A-Wall
- A-Wall-Detail
Kenapa kita
membuat dua layer untuk dinding? Kita akan menggambarkan secara lengkap dinding
tersebut. Namun sebagian kita gambar di layer detail. Tujuannya pada saat kita
menampilkan pada gambar dengan skala relatif kecil, kita akan tampilkan
semuanya. Namun untuk skala kecil, seperti siteplan, kita tidak akan tampilkan
detailnya.
Aktifkan
layer A-Wall. Gambarlah rectangle dengan ukuran 500×150.
Aktifkan
layer A-Wall-Detail. Buatlah rectangle dengan ukuran 500×110. Isi dengan hatch
ANSI32.
Sekarang,
buatlah menjadi block. Berikan insert point pada midpoint sisi dinding. Setelah
jadi, buka di block editor.
Tambahkan
parameter distance seperti berikut.
Bukalah
properties palette. Pilih parameter tersebut.
Ubah
properties berikut:
- Distance name menjadi Length.
- Number of Grips menjadi 1.
tambahkan
action stretch. Hasilnya akan seperti berikut:
Jika and
tidak terlalu jelas langkah-langkah memberikan parameter dan action, dapat
lihat di tutorial dynamic block ini.
Kita akan
menambahkan satu lagi parameter. Tambahkan parameter alignment, snap ke
insertion point block anda. Ingat, titik acuan alignment harus sama dengan
titik acuan insert point. Jika tidak, parameter ini tidak akan bekerja. Klik
titik kedua ke arah panjang dinding.
Save block
ini, dan tutup block editor. Ujilah block anda. Coba apakah sudah sesuai fungsi
stretchnya, dan apakah jika disnap ke garis vertikal atau miring sudah
mengikuti orientasi garis tersebut.
Selanjutnya
kita akan membuat kolom, lalu pintu.
Untuk
mengitung luas pada AutooCAD kita dapat menggunakan perintah AREA. Misalnya
pada gambar berikut yang terdiri dari RECTANGLE dan CIRCLE, saya akan mengukur
luas area yang berwarna hijaunya saja.

Gunakan
perintah AREA pada command line atau klik pada icon
Command:
AREA
Specify first corner point or [Object/Add area/Subtract area]
Specify first corner point or [Object/Add area/Subtract area]
Total area =
52146.0184
Ada juga
cara lain untuk mengetahuai luas area. Kita bisa langsung mengetahui luas area
objek yang dipilih melalui object properties.

Untuk kasus
gambar di atas kita bisa gunakan bantuan arsir (HATCH) pada area yang ingin
kita ketahui luasnya, kemudian pilih arsirannya dan lihat pada object
properties. Berikut hasilnya:

Hasilnya
sama kan ?!
Semoga
bermanfaat.
Tutorial ini
khusus untuk para drafter pemula yang baru mengenal Autocad, yang belum banyak
mengenal banyak fungsi, fungsi block sangat banyak manfaatnya dan banyak di
gunakan di dalam gambar, dan sangat pasti bagi drafter pemula setelah anda bisa
merangkai gambar, akan mengarah ke penggunaan block, mudah-mudahan tutorial
yang sangat sederhana ini bisa menambah pengetahuan anda.
Langkah
pertama siapkan oleh anda sebuah gambar, atau anda bikin gambar dadakan
sekehendak anda, arahkan kursor ke menu “Draw -> Block -> Make”, atau
ingin lebih singkat pada command prompt ketik “Block”, akan muncul dialog ini.

Gambar 1.
Tampilan definisi blok.
Isilah kotak
“Name” dengan nama Bolt, di ikuti dengan tekan tombol “Select object” dan pilih
gambar anda yang akan di jadikan block, lanjutkan dengan menekan tombol “Pick
point” dan pilih sebagai patokan base pointnya, centang tombol “Convert to
block”, kotak Description boleh di isi atau kosongkan saja.

Gambar 2.
Tampilan berubah setelah langkah di atas di kerjakan.
Setelah
selesai tekan tombol “OK”, gambar asli tetap masih ada di tempatnya , sekarang
lakukan ketik pada command prompt “Insert” atau “ddinsert”, akan muncul lagi
dialog ini

Gambar 3.
Dialog insert yang di tampilkan.
Pada kotak
“Name” cari nama block yang anda buat tadi, tidak tertutup kemungkinan nama
block sudah banyak di data base anda, lanjutkan tekan tombol “OK”.
Begitu
tombol ok anda tekan dialog inser langsung menghilang, tapi pada command muncul
“Specify insertion point or [Scale/X/Y/Z/Rotate/PScale/PX/PY/PZ/PRotate]:”,
disini anda boleh memilih tulisan yang berada dalam “[…..]” dan seting sendiri
atau ingin lebih ringkas, di klik aja dimana anda suka.
Bagi anda
yang terbiasa menggunakan AutoCAD vanilla, tentu akan sangat canggung ketika
akan menggunakan AutoCAD tapi ternyata di komputer yang akan anda gunakan hanya
ada icon/shortcut untuk varian AutoCAD seperti AutoCAD Mechanical, AutoCAD
Electrical, AutoCAD Civil 3D, atau lainnya.
Dan ketika
anda jalankan, ternyata tampilannya tidak familiar seperti tampilan AutoCAD
yang biasa anda gunakan. Kemana AutoCAD nya ? :) Tenang, tidak
perlu install ulang.
Untuk
‘mengembalikan’ profil AutoCAD vanilla agar begitu startup dapat langsung kita
gunakan maka dapat kita lakukan cara berikut ini. (Disini contohnya menggunakan
AutoCAD Mechanical 2015)
- Copy shortcut ACM
- Bila perlu, rename shortcut agar tidak tertukar
- Klik kanan pada shortcut baru, kemudian pilih properties
- pada tab shortcut, ganti parameter berikut
- pada baris ‘Target’ edit dengan
“C:\Program Files\Autodesk\AutoCAD 2015\acad.exe” /p
<
> /product ACAD /language “en-US” . Pada baris ‘Comment’ bisa kita edit juga menjadi AutoCAD 2015
- Klik OK, selesai
- Mari kita coba, sekarang kita memiliki dua icon shortcut. Pada shortcut AutoCAD Mechanical maka startupnya seperti berikut
- sedangkan pada shortcut AutoCAD, startupnya seperti berikut
Sekarang
anda dapat dengan mudah memilih apakah akan menggunakan AutCAD Mechanical atau ‘hanya’
AutoCAD vanilla saja.
Cara ini
berlaku juga untuk varian AutoCAD lainnya.
Tips
terakhir, anda dapat juga menggati icon pada shortcut tersebut untuk
membedakannya.
Selamat
mencoba, semoga bermanfaat.
[dipublikasikan
juga di www.igun.web.id]
Bagi
rekan-rekan yang sering membuat objek modeling 3d di AutoCAD tentu tidak asing
lagi dengan istilah RENDER. Melalui proses Rendering ini ditambahkannya efek
realistik komputer grafis dengan menambahkan kualitas tiga dimensi seperti
variasi warna, pencahayaan dan bayangan yang terjadi.
Sejak mulai munculnya AutoCAD versi 2016 ini pengaturan rendering sedikit berbeda dengan versi-versi sebelumnya; dimana untuk opsi kwualitas Render mengalami penambahan termasuk pengaturan Environment dan Exposure.
Sejak mulai munculnya AutoCAD versi 2016 ini pengaturan rendering sedikit berbeda dengan versi-versi sebelumnya; dimana untuk opsi kwualitas Render mengalami penambahan termasuk pengaturan Environment dan Exposure.
Tool Render
Tool Render
ini berada di menu Ribbon Visualize. Dengan mengakses tanda panah akan
memunculkan Render Preset Manager sedangkan untuk memunculkan pengaturan
Environment dan Exposure anda dengan mudahnya memilih tanda segitiga terbalik
dari tool Render di atas tadi.
Tool
Environment dan Exposure
Penjelasan
mengenai Environment dan Exposure sudah cukup jelas dari gambar di atas dimana
AutoCAD 2016 memiliki pilihan proses rendering yang bervariasi seperti yang
tercantum di bawah ini.
Selain itu
juga AutoCAD versi terbaru ini memanjakan penggunanya dengan adanya pilihan
pengaturan kadar tingkat penerangan pencahayaan melalui Render Environment dan
Exposure.
Anda dapat
dengan leluasa menerapkan pengaturan yang baru ditambahkan pada versi autocad
2016 dan lakukanlah metode penerapan kwualitas rendering minimal hingga
maksimal jika diperlukan aktifkan pilihan pencahayaan matahari sehingga akan
didapat bayangan yang memiliki hasil realistis dari semua perpaduan yang anda
terapkan.
Berikut ini
contoh hasil rendering dengan tingkat kwalitas paling rendah sampai maksimal :
– Low
Quality Render
– Medium
Quality Render
– High
Quality Render
–
Coffe-break Quality Render
– Lunch
Quality Render
SELAMAT
MENCOBA !!!
Terimakasih
kepada Kang Dadang Fauzi dan Mas edo yang telah memberikan kesempatan kepada
saya untuk ikut sharing tentangCAD di tentangCad.com ini
Materi
pertama kita akan membahas autocad lebih dalam lagi mengenai Drafting Setting
/Dsetting.
A. Tentang
Drafting Setting (Dsetting) di Autocad 2013
Autocad>Tools>Drafting
setting:
1. Snap and
Grid
Pada kotak
ini kita akan mengatur besaran grid yang akan dipakai pada suatu gambar,
aktivasi snap ke grid serta hal mengenai grid. Besar atau jarak X dan Y untuk
snap bisa berbeda dengan jarak X dan Y untuk grid ( misalnya: snap spacing X
dan Y = 1 dan grid spacing X dan Y = 10, maka grid yang tampil dijendela gambar
akan berjarak 10,10 tetapi pergerakan kursor akan 1,1). Nilai X dan Y akan
selalu sama.
Grid sendiri
adalah suatu kerangka yang dibangun atas beberapa garis vertikal dan garis
horizotal dengan jarak tertentu yang akan membantu dalam perencanaan atau
proses penggambaran terutama dalam ukuran atau konsistensi jarak.
- Snap on (F9)
Bila Snap on (F9) diaktifkan maka kursor akan bergerak sejauh nilai X dan Y yang ditentukan secara vertikal dan horizontal. Bila tidak diaktivkan kursor bergerak bebas.
Polar snap
Snap Type
Ada 2 (dua) tipe snap:
untuk sistem penggambaran yang umum, kita dapat menggunakan tipe ractangular snap dimana kursor akan bergerak secara tegak lurus.
Tetapi bila sistem penggambaran isometris akan lebih mudah bila snap settingnya isometric sehingga kursor gambar akan selalu bergerak isometris tanpa harus mengatur rotasi setiap menarik garis atau menggambar.
Ada 2 (dua) tipe snap:
untuk sistem penggambaran yang umum, kita dapat menggunakan tipe ractangular snap dimana kursor akan bergerak secara tegak lurus.
Tetapi bila sistem penggambaran isometris akan lebih mudah bila snap settingnya isometric sehingga kursor gambar akan selalu bergerak isometris tanpa harus mengatur rotasi setiap menarik garis atau menggambar.
Grid on (F7)
Untuk tampilan grid bisa berbentuk garis atau titik, gunakan command GRIDSTYLE untuk merubah tampilan grid: variabel <0> untuk garis dan <1> untuk titik.1>0>
Untuk tampilan grid bisa berbentuk garis atau titik, gunakan command GRIDSTYLE untuk merubah tampilan grid: variabel <0> untuk garis dan <1> untuk titik.1>0>
Tampilan
grid dapat diaplikasikan pada jendela
– 2D model
– Block editor
– Laout
– 2D model
– Block editor
– Laout
- Grid Spacing
Besaran yang kita inginkan untuk jarak antar grid. Bila kita memerlukan ketelitian yang sangat detil kita dapat
Adaptive
Grid
Limits the density of the grid when zoomed out. ( GRIDDISPLAY system variable)
• Allow Subdivision Below Grid Spacing:
Generates additional, more closely spaced grid lines when zoomed in. The frequency of these grid lines is determined by the frequency of the major grid lines. ( GRIDDISPLAY and GRIDMAJOR system variables)
2. Polar Track
3. Object Snap
4. 3D Object Snap
5. Dynamic Input
Pada saat editing garis kita akan memasukan nilai panjang dari garis yang kita edit baik total panjang atau nilai tambahan dari garis yang ada.
Untuk merubah nilai masukan tersebut dapat dilakukan pada menu drafting setting.
Limits the density of the grid when zoomed out. ( GRIDDISPLAY system variable)
• Allow Subdivision Below Grid Spacing:
Generates additional, more closely spaced grid lines when zoomed in. The frequency of these grid lines is determined by the frequency of the major grid lines. ( GRIDDISPLAY and GRIDMAJOR system variables)
2. Polar Track
3. Object Snap
4. 3D Object Snap
5. Dynamic Input
Pada saat editing garis kita akan memasukan nilai panjang dari garis yang kita edit baik total panjang atau nilai tambahan dari garis yang ada.
Untuk merubah nilai masukan tersebut dapat dilakukan pada menu drafting setting.
6. Quick
Properties
7. Selection Cycling
7. Selection Cycling

Selection Cycling memungkinkan kita untuk memilih atau mencari objek-objek yang tumpang tindih/double pada file gambar. Pada saat kursor berada diatas objek yang double kursor akan otomatis berubah menjadi biru.
# Allow
Selection Cycling
Checklist kolom ini untuk mengaktifkan menu selection cycling.
Checklist kolom ini untuk mengaktifkan menu selection cycling.
# Display
Selection Cycling List Box
Menampilkan objek-objek yang bertumpuk dalam suatu jendela/kotak daftar tersendiri, berisi daftar semua objek tumpang tindih pada saat dipilih.
Menampilkan objek-objek yang bertumpuk dalam suatu jendela/kotak daftar tersendiri, berisi daftar semua objek tumpang tindih pada saat dipilih.
- Cursor-dependent
Mengatur parameter posisi kotak daftar/jendela selection cycling.
Quadrant:
Menentukan di mana kuadran dari kursor ke posisi kotak daftar. Bergerak kotak daftar relatif terhadap kursor.
Distance in pixels:
Menentukan jarak antara kursor dan kotak daftar. - Static
Kotak daftar tidak bergerak dengan kursor dan tetap di posisi yang sama. Untuk mengubah posisi kotak daftar, klik dan geser.
# Show title
bar
Untuk menampilkan title bar, lebih baik menu ini tidak dicheck list untuk menghemat tampilan pada layar gambar.
Untuk menampilkan title bar, lebih baik menu ini tidak dicheck list untuk menghemat tampilan pada layar gambar.
Gambar
tehnik adalah kumpulan garis dan arsir yang membentuk suatu objek yang
merupakan pengembangan dari suatu ide atau design untuk diimplementasikan dalam
suatu pekerjaan.
Agar gambar
yang kita buat dapat diterima dan dimengerti maka dalam proses pembuatannya
kita harus selalu mematuhi atau mengikuti standard-standard gambar baik
standard yang umum atau yang khusus yang telah ditentukan untuk suatu sistem
pekerjaan.
Sehingga gambar tersebut mudah dimengerti dan diimplementasikan menjadi karya nyata, atau ide yang kita miliki dapat dilaksanakan baik oleh kita sendiri atau orang lain.
Sehingga gambar tersebut mudah dimengerti dan diimplementasikan menjadi karya nyata, atau ide yang kita miliki dapat dilaksanakan baik oleh kita sendiri atau orang lain.
+ Pengenalan
garis:
+ Penerapan
garis :
Dalam
Autocad dua perintah garis yang sering digunakan line atau polyline. Untuk
perintah line, garis yang dibuat akan berdiri sendiri persegmen meskipun
terlihat satu kesatuan, tetapi bila menggunakan polyline garis yang dibuat
menjadi satu kesatuan garis.
Beberapa
permasalahan garis yang sering ditemui:
– Tebal garis yang dicetak berbeda dengan yang ada dilayar atau tidak sesuai dengan yang diinginkan:
– Tebal garis yang dicetak berbeda dengan yang ada dilayar atau tidak sesuai dengan yang diinginkan:
- Waktu mencetak gambar ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil cetakan, Untuk ketebalan garis sering kali kita menggunakan nilai default, coba cek nilai default yang diisi pada Lineweight setting apakah telah tepat nilai masing-masing objek.
- Cek .CTB atau plot style table (pen assignments), CTB atau plot style table akan mengatur hasil pencetakan kita mulai dari warna, ketebalan garis, jenis garis, jenis arsiran dan lainnya. Apakah hasil pencetakan akan sama dengan apa yang ada dilayar atau berdasarkan ketentuan yang telah kita sepati dalam standar gambar.
- Cek layer objek apakah telah berada pada layer yang tepat. Karena kita sepakat masing-masing layer akan memiliki propertinya sendiri.
– Tebal
garis yang tampil hanya Outlinenya saja isinya tidak ada:
- Cek kondisi variable fill mode
0 = kosong
1 = isi - Cek display performance pada menu option
- Ketik Lwdisplay on atau off
- Coba ketik perintah plan atau regen
– Untuk
editing atau modifikasi garis dapat berupa move atau dipindah, stretch atau
geser, trim, extend, fillet atau edit vertex untuk editing vertex ini tekan
shift bila kita ingin memilih lebih dari satu vertex.

























